Monday, May 16, 2016

POLIGAMI, BUNGA HATI KAUM PRIA

kata Poligami, secara etimologis berasal dari bahasa Yunani, yaitu polus yang berarti banyak dan gamos yang berarti perkawinan. bila pengertian kata ini digabungkan, maka poligami akan berarti suatu perkawinan yang banyak atau lebih dari seorang.

sedangkan pengertian Poligami menurut Kamus Bahasa Indonesia, adalah ikatan perkawinan yang salah satu pihak memiliki/mengawini beberapa lawan jenisnya di waktu yang bersamaan.

para ahli membedakan istilah bagi seorang laki-laki yang beristri lebih dari seorang dengan istilah poligini yang berasal dari kata polus yang berarti banyak dan gune yang berarti perempuan. sedangkan bagi seorang istri yang mempunyai lebih dari seorang suami disebut poliandri yang berasal dari kata polus yang berarti banyak dan andros berarti laki-laki.

jadi, kata yang tepat bagi seorang laki-laki yang mempunyai istri lebih dari seorang dalam waktu yang bersamaan adalah poligini bukan poligami. sedangkan dalam bahasa arab poligami disebut ta’addud az-zaujat. bagi kaum pria, pembahasan tentang poligami acap kali menjadi bunga hati.

Poligami adalah syariat Islam yang merupakan sunnah Rasulallah SAW. Dalilnya ..:
“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” [An-Nisa: 3].


ok..
setelah membaca penjabaran diatas.. maka bisa digaris bawahi bahwa Poligami dalam Islam itu boleh dilakukan,  dengan DUA POINT syarat mutlak :
           1. memiliki kemampuan, baik dalam hal fisik maupun materi,
           2. adil dalam berbagi, baik berbagi dalam hal kebutuhan fisik, mental dan spiritual.

akan tetapi.. “yang” bisa memberikan keputusan bahwa kita memiliki KEDUA POINT tsb siapa..?
apakah ke-egois-an kita..?
apakah ke-angkuh-an kita..?
atau apakah ke-iba-an kita..?

coba ayat ini kita renungkan dgn hati kecil kita..:
“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri- istri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [An-Nisa: 129]

Kemudian ini..:
 “Barang siapa memiliki dua istri, dan tidak  berbuat adil di antara keduanya, maka dia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan separuh badannya miring” [HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah]


mau tidak mau, hanya Allah SWT saja yg berhak memutuskan KEDUA POINT tsb diatas..
jadi ketika berkeinginan untuk Poligami, sebetulnya kita harus terlebih dahulu berkomunikasi dgn Allah SWT  baik secara langsung tanpa perantara maupun dgn Malaikat utusan-Nya (seperti kejadian2 yg telah dialami Nabi Muhammad SAW) apakah kita mampu atau tidak untuk Ber-poligami..

bisakah kita berkomunikasi dgn Allah SWT  baik secara langsung tanpa perantara maupun dgn Malaikat utusan-Nya..?
kemungkinan besar, bisa..  asal dengan syarat mutlak (tapi bukan jaminan, semua atas kehendak Allah SWT), seumur hidup kita harus..:
           1.       Menjadi pribadi yang Al-Amin dalam segala hal dalam kondisi apapun dan bagaimanapun,
           2.       Tidak meninggalkan Dua Kalimat Syahadat,
           3.       Tidak sekali sekali meninggalkan Shalat Wajib Lima Waktu,
           4.       Mengerjakan seluruh Shalat Sunnah tanpa terlewat satu pun,,
           5.       Menunaikan semua Zakat tanpa terlewat satu pun,
           6.       Berpuasa di bulan Ramadhan tanpa terlewat satu bulan Ramadhan pun,
           7.       Berpuasa sunnah secara keseluruhan tanpa ada satupun yang terlewati,
           8.       Menaati semua perintah Allah SWT, dan tidak melakukan semua larangan-Nya,
           9.       Tidak sekali sekali meninggalkan Rukun Iman dan Rukun Islam.

iya.. bagi orang2 yang mau berpikir.. disinilah sesungguhnya letak beratnya Ber-Poligami dalam Islam..
tidak ada maksud untuk membela kaum hawa.. akan tetapi kita harus ingat.. bahwa Sunnah Nabi itu bukan seperti  makanan di warteg.. yg kita suka diambil.. yg tidak, ditinggalkan..

mohon maaf apabila ada tulisan yang salah.. karena saya hanyalah manusia biasa, tempatnya seluruh kesalahan berlabuh..

Salatiga, 17 Mei 2016

R. Wahyu Prasetiyo Adi, S.Kom.

Monday, January 26, 2015

Aku.. Mataharimu..

Ketika dini hari menjelang pagi, matahari bersinar pelan tp pasti untuk membuka mata dan memberi kehangatan.
Sama seperti ketika anak2nya masih baru lahir.. ayah selalu berusaha membuat anak2nya merasa hangat, nyaman dan aman..

Ketika pagi hari menjelang sore, matahari mulai bersinar lebih tegas dan memanas, untuk memberi peringatan kpd makhluk bumi agar mencari tempat2 berteduh.
Ketika anak2nya mulai beranjak besar dan bisa diajak berkomunikasi.. ayah seakan selalu berujar jangan ini jangan itu.. tidak boleh begini tidak boleh begitu.. dgn maksud dan tujuan memberi peringatan kepada anak2nya akan bahaya diluar sana dan memberitahu bagaimana cara menghadapinya..

Ketika sore hari beranjak malam, matahari mulai menenggelamkan diri dgn perlahan tapi pasti, dgn tujuan melepaskan sejenak makhluk2 bumi agar mereka bisa sedikit leluasa beraktifitas.
Sama halnya ketika anak2nya sudah menikah..ayah perlahan namun pasti akan melepaskan mereka untuk menjalani kehidupan sesuai dgn apa yg sudah mereka pelajari dari segala petuah2nya..

Namun jangan salah, esok hari matahari pasti akan terbit kembali sesuai dengan periode2nya..
Matahari, selalu memberi tanpa harap kembali..
Ibarat kasih ayah terhadap anak2nya.. mengasihi.. menyayangi.. melindungi.. tanpa batas.. tanpa harap dibalas atau terbalas..

Sunday, January 13, 2013

Islam, Kristen, Khatolik, Hindu dan Budha


orang pintar itu adalah orang yg mampu mengaplikasikan­ kemampuan kepintarannya untuk meningkatkan taraf kesejahteraan hidupnya dan bahkan taraf kesejahteraan hidup orang lain..
jadi bukannya untuk "bunuh diri demi membunuh orang2 lainnya"..

Ingat..:
"Islam itu Indah, Kristen dan Khatolik itu Kasih, Hindu itu Cinta dan Budha adalah Damai.."

Islam itu Indah dan Sempurna

Tunjukkanlah bahwa ISLAM adalah KEINDAHAN dan KESEMPURNAAN..
..
Tunjukkanlah dengan akhlakul karimah..
tidak dengan kemarahan.. tidak mudah tersinggung.. tidak jengkel.. tidak iri.. tidak mnyakiti orang lain.. suka menolong orang lain..
Itu jauh lebih mengena daripada ditunjukkan dengan memakai baju gamis, jenggotan, peci putih, atau dahi sampe hitam..
Soal ibadah.. tidak perlu ditunjuk-tunjuk­kan..
cukuplah itu menjadi RAHASIA kita sendiri dengan ALLAH SWT.

Namaku Wahyu

aku bersyukur diberi nama Wahyu..

karena Wahyu adalah sebuah bisikan yg bisa menenangkan hati..
karena Wahyu adalah sebuah bisikan yg bisa menghangatkan jiwa..
karena Wahyu adalah sebuah bisikan yg bisa menentramkan pikiran..

..dan karena itu semua, berat juga ternyata memiliki nama Wahyu

Satu Tapi Berada Dimana-mana


ALLAH SWT..
Yang selama ini kita yakini, kita puja-puji dan kita sembah, sesungguhnya HANYALAH SATU.. ALLAHUAHAD.. LA ILA HA ILA ALLAH..
Tetapi mengapa Beliau ada dimana-mana dan secara bersamaan dalam satu waktu..???
Bagaimana bisa..???
Dimana penjelasannya secara logika..???
Mari kita renungkan bersama..

Seperti yang kita ketahui dari kitab kita sbg muslim, yaitu Al - Qur'an.. Allah adalah sebagai Cahaya / NUR / Pencerahan bagi umat yg mau DATANG, MENCARI dan HANYA BERIBADAH KEPADA BELIAU..
Beliau hanya SATU.. ESA.. TUNGGAL..
Tetapi.. bagaimana cara Beliau bisa berada dimana-mana dan selalu mengawasi kegiatan umat-Nya masing2 tanpa terlewati "satu umat" pun dan bahkan "dalam satu waktu" secara bersamaan..???
Saya yakin pertanyaan ini pasti timbul diantara kita sbg sesama umat ALLAH SWT, dan terkadang membuat kita sempat tidak yakin akan keberadaan-Nya karena belum pernah ada yg menjelaskan mengenai hal tersebut secara LOGIKA. Hal ini wajar, karena manusia pd dasarnya diciptakan ALLAH SWT dianugerahi AKAL PIKIRAN dan BUDI PEKERTI yg selalu menuntut penjelasan mengenai bebagai hal secara LOGIKA.

Baiklah, berikut ini saya akan mencoba menjelaskan hal tersebut di atas secara LOGIKA..:

1. Pada suatu malam BULAN purnama yg cerah, ada berapa BULAN kah yg terlihat malam itu..? Tentu hanya satu BULAN..
2. Malam itu juga, ambil 10 buah ember, masing2 diisi penuh dengan air..
3. Letakkan kesepuluh ember tersebut dihalaman luar secara acak..
4. Setelah itu, lihat di ember 1 apakah ada bayangan BULAN di ember 1..? Kemudian lihat ke ember 2, 3 dan seterusnya.. Pasti pada kesepuluh ember tsb terdapat bayangan BULAN..

Nah, disinilah penjelasan secara LOGIKA dari saya, Wahyu Prasetiyo Adi.. :

"Umpamakan BULAN itu adalah ALLAH, yg sesungguhnya HANYALAH SATU..
Dan umpamakan kesepuluh ember penuh air tsb adalah kita, umat-Nya, hamba-Nya yg selalu merindukan NUR ILLAHI.. CAHAYA PENCERAHAN.. Dari SANG MAHA KUASA, yaitu.. ALLAH SWT.. YANG MAHA ESA.. YANG DALAM SATU WAKTU DAN SECARA BERSAMAAN BISA BERADA DIMANA-MANA.."